HIV/AIDS hingga kini masih menjadi penyakit
yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan,
hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya
obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan
atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan
lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan
kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang
disebut human immunodeficiency virus (HIV).
Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menderita
AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.
yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan,
hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya
obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan
atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan
lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan
kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang
disebut human immunodeficiency virus (HIV).
Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menderita
AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.
Pertama kali HIV dilaporkan sekitar tahun 1981. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Penyakit tersebut kemudian dirumuskan sebagai penyakit Gay Related Immune Deficiency (GRID), yakni penurunan kekebalan tubuh yang dihubungkan dengan kaum gay/homoseksual.
Kemudian pada tahun 1982, CD–USA (Centers for


.bmp)



